Jeet Kune Do, merupakan gaya atau konsep seni beladiri yang
diciptakan oleh aktor sekaligus martial artist terkenal, Bruce Lee.
Beladiri ini didasarkan oleh filosofi kesederhanaan, keterusterangan dan
kebebasan, dan sering disebut sebagai gaya yang tidak tertentu.
Bruce
Lee, dikenal sebagai seseorang yang mempunyai kemampuan yang
spektakuler yang banyak ditampilkan dalam film-film beladiri yang
dibintanginya. Selain itu, sejak ia berlatih di Wing Chun, ia juga di
kenal sangat berbakat. Lee mulai mengembangkan sendiri seni beladiri
yang telah ia pelajari di tahun 1960-an yang digabungkan dari berbagai
elemen dan bentuk seni beladiri inilah hasil yang menjadi latar belakang
dari bela diri ciptaannya, yaitu Jeet Kune Do, yang menekankan pada
melakukan hal yang paling efektif dalam situasi, apapun bentuk pembelaan
atau tekniknya.
Jeet Kune Do menekankan individualitas dalam gerakan, melalui praktek yang cocok, tidak ada bentuk gerakan baku, dan yang lebih penting, kesederhanaan gerakan. Pada dasarnya, tujuan dari Jeet Kune Do ini melakukan pembelaan yang efektif dalam pertarungan.
Pola gerakan umum dalam Jeet Kune Do yaitu, tendangan yang tidak terlalu tinggi, pukulan yang tepat, dan memanfaatkan tenaga lawan untuk menyerang balik si penyerang agar kestabilan terjaga. Praktisi dilatih dengan gerakan dasar: memukul (meninju), menangkap, mengunci dan menendang. Gerakan dasar dari Jeet Kune Do mengandung banyak unsur menutup dan teknik pukulan.
Lee mengatakan bahwa prinsip dari Jeet Kune Do adalah seni beladiri yang tidak ada gaya akan tetapi sebuah kebebasan dari gaya, seperti yang dikatakannya dalam film Enter The Dragon, yaitu ,”my style is no style “. Dalam seni bela diri, praktik memang berbeda dengan koreografi di dalam film, di mana gaya dan unsur keindahan gerakan kurang penting daripada unsur bela dirinya.
Setelah kematian Lee, pelatihan dalam Jeet Kune Do dilanjutkan oleh praktisi yang telah senior dan oleh teman-teman dari Lee.
Bruce
Lee, dikenal sebagai seseorang yang mempunyai kemampuan yang
spektakuler yang banyak ditampilkan dalam film-film beladiri yang
dibintanginya. Selain itu, sejak ia berlatih di Wing Chun, ia juga di
kenal sangat berbakat. Lee mulai mengembangkan sendiri seni beladiri
yang telah ia pelajari di tahun 1960-an yang digabungkan dari berbagai
elemen dan bentuk seni beladiri inilah hasil yang menjadi latar belakang
dari bela diri ciptaannya, yaitu Jeet Kune Do, yang menekankan pada
melakukan hal yang paling efektif dalam situasi, apapun bentuk pembelaan
atau tekniknya.
Jeet Kune Do menekankan individualitas dalam gerakan, melalui praktek yang cocok, tidak ada bentuk gerakan baku, dan yang lebih penting, kesederhanaan gerakan. Pada dasarnya, tujuan dari Jeet Kune Do ini melakukan pembelaan yang efektif dalam pertarungan.
Pola gerakan umum dalam Jeet Kune Do yaitu, tendangan yang tidak terlalu tinggi, pukulan yang tepat, dan memanfaatkan tenaga lawan untuk menyerang balik si penyerang agar kestabilan terjaga. Praktisi dilatih dengan gerakan dasar: memukul (meninju), menangkap, mengunci dan menendang. Gerakan dasar dari Jeet Kune Do mengandung banyak unsur menutup dan teknik pukulan.
Lee mengatakan bahwa prinsip dari Jeet Kune Do adalah seni beladiri yang tidak ada gaya akan tetapi sebuah kebebasan dari gaya, seperti yang dikatakannya dalam film Enter The Dragon, yaitu ,”my style is no style “. Dalam seni bela diri, praktik memang berbeda dengan koreografi di dalam film, di mana gaya dan unsur keindahan gerakan kurang penting daripada unsur bela dirinya.
Setelah kematian Lee, pelatihan dalam Jeet Kune Do dilanjutkan oleh praktisi yang telah senior dan oleh teman-teman dari Lee.

